Politik

Golkar Siapkan Sanksi Bagi Kader yang Mangkir Ikut Rapimda

Ist SANKSI--Ketua Golkar Sulsel transisi HAM Nurdin Halid bersama Ketua AMPI Sulsel Ilhamsyah Azikin Soltan dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Nurdin menyiapkan sanksi bagi kader Golkar yang tidak menandatangani pakta integritas.

MAKASSAR, BKM–Pengurus Golkar Sulsel transisi akan menyiapkan sanksi jika masih ada kader yang tidak menghadiri Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Golkar Sulsel, yang akan digelar di Kabupaten Bone, 21 hingga 22 Oktober mendatang.
Hal tersebut dilontarkan Wakil Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Golkar Sulsel, Arfandy Idris, Senin (3/10).
Arfandi menegaskan Rapimda Golkar Sulsel nanti akan membahas sejumlah agenda penting. Untuk itu, kehadiran pengurus Golkar Sulsel menjadi sebuah keharusan. “Soal sanksi pasti ada. Kan tiga kali tidak ikut rapat bisa kita ganti,” kata Arfandy, kemarin.
Hanya saja mantan sekretaris Golkar Sulsel di era kepemimpinan HM Amin Syam ini menegaskan bila partai berlambang pohon beringin rindang ini tidak serta merta memberikan sanski, namun tetap ada ruang untuk klarifikasi. “Bagaimana akan akan diberi sanksi kalau yang bersangkutan sakit atau lagi di luar kota. Apa lagi setiap pengurus memiliki waktu dan kesempatannya yang berbeda. Masa sedikit-sedikit mau kita pecat, kecuali jika sengaja tidak ingin menghadiri acara”jelas Arfandy.
Penegasan untuk mengikuti Rapimda juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Golkar Sulsel, Risman Passigai. “Rapimda itu wajib, karena berbicara masalah agenda partai, konsolidasi dan program partai ke depan,”tulis Risman melalui pesan singkat.
Di Bone, seluruh pengurus akan menuntaskan untuk menandatangani pakta integritas kesiapan untuk menjadi pengurus dibawah kepemimpinan HAM Nurdin Halid.
Dalam tiga kali rapat yang digelar Golkar Sulsel transisi, Ichsan Yasin Limpo selaku bendahara tak pernah hadir termasuk Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, sementara Haris Yasin Limpo terlihat hadir pada rapat perdana ketika Nurdin Halid masih menunaikan ibadah haji.
Ichsan yang diminta tanggapannya soal batas waktu untuk menandatangani pakta integritas mengaku tidak mendapat pemberitahuan. “Kalau soal itu (Pakta Integritas) saya tidak pernah mendapat kabar,”ujar Ichsan usai bertemu dengan Ashabul Kahfi dan pengurus DPW PAN Sulsel lainnya disebuah rumah makan di Makassar baru-baru ini.
Terpisah, pemerhati politik dari Duta Politika Indonesia (DPI) Dedy Alamsyah Mannaroi menyayangkan dis harmonisasi yang terjadi di tubuh kader Golkar Sulsel saat ini. Menurut Dedy yang juga direktur eksekutif DPI, seharusnya kader Golkar mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang ada saat ini.
Saat ini klan Yasin Limpo terkesan berseberangan dengan Nurdin Halid yang telah menggantikan Syahrul YL sebagai ketua Golkar Sulsel. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top