Dewan Pendidikan Desak Perbaiki Kualitas Guru – Berita Kota Makassar
Metro

Dewan Pendidikan Desak Perbaiki Kualitas Guru

MAKASSAR, BKM– Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla mengaku prihatin akan kualitas guru di Sulsel yang masih rendah dari provinsi lainnya.
Persoalan itu, kata Adi Suryadi Culla, harus secepatnya direspon karena kualitas guru menjadi indikator utama dalam meningkatkan kualitas guru.
Dia menilai, rendahnya kompetensi guru cukup memprihatinkan sehingga harus ada inisiatif dari pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah untuk memecahkan persoalan.
“Masalah kompetensi guru harus segera dibenahi karena menjadi salah satu penentu kualitas pendidikan,” tutur Adi.
Dia menyebutkan, banyak faktor yang menjadi penyebab munculnya persoalan tersebut.
Itu bisa bersumber dari pihak guru sendiri, sarana prasarana yang kurang memadai, hingga komitmen pemerintah yang lemah.
“Faktanya, dengan hasil nilai kompetensi guru yang lemah semua harus instrospeksi untuk berbenah dan memperbaiki,” jelas Adi.
Khusus bagi pemerintah, lanjutnya, salah satu yang bisa dilakukan adalah segera membenahi kebijakan dengan mendorong pelatihan guru. Karena itu, dia mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan Sulsel
yang berencana akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) secara besar-besaran bagi para guru.
Dia berharap, metode yang dilakukan Disdik Sulsel bisa memberi kontribusi ke depan dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Political will dari Dinas Pendidikan Sulsel untuk memberi perhatian dan menyelenggarakan diklat guru merupkan langkah tepat dan patut didukung stake holders terkait,” jelasnya.
Dia juga meminta, rendahnya kompetensi guru tidak dieksploitasi sehingga menimbulkan sikap saling menyalahkan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo mengemukakan, standar kompetensi guru-guru di Sulsel masih di bawah rata-rata.
Lelaki yang akrab disapa None itu mengemukakan, nilai rata-rata kompentensi guru di Indonesia berada pada angka 6,5. Sementara untuk Sulsel, hanya berada pada angka 5. Dia membandingkan kompetensi guru di provinsi lain yang berada pada angka 7 hingga 8.
“Itu cukup memprihatinkan,” ungkapnya ketika ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu.
Dia melanjutkan, perlu ada upaya untuk meningkatkan standar kompetensi para pengajar tersebut. Salah satunya, dengan mengikutsertakan guru-guru pada pendidikan dan latihan (diklat).
Rencananya, sebanyak 14 ribu guru SMA/SMK sederajar dalam waktu dekat akan diikutkan diklat.
“Diklat akan dilakukan secara bertahap. Ini kita kejar semoga kita bisa memenuhi standar nasional,” ungkap None.
Diklat ini dikerjasamakan dengan Kementerian Pendidikan Nasional serta Badan Diklat Provinsi Sulsel.
Mengingat pentingnya agenda ini, anggarannya dialokasikan di APBD Perubahan dengan menggeser kegiatan yang tidak masuk skala prioritas sekali.
Menurut rencana, gubernur juga akan melaunching Diklat Kompetensi Guru pada saat Peringatan Hari Jadi Sulsel. Sebanyak 14.000 guru SMA/SMK sederajat akan diikutikan diklat kompetensi secara bertahap dalam 350 angkatan.
Tujuan diklat tersebut agar nilai kompetensi guru di Sulawesi Selatan akan mengalami peningkatan.(rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top