Gojentakmapan

Datuk Bundo Basou Puji Adat Pengantin Jeneponto

BKM/KARAENG KULLE BERBINCANG -- Datuk Bundo Basou berbincang lepas dengan Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar pada pesta pernikahan

JENEPONTO, BKM — Prosesi pesta pernikahan Isradi Febriyanto Syafruddin, putra pertama Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Dr HM Nurdin MKes dan Hj Nurlaila Basir, SH MSi, berlangsung cukup meriah. Isradi yang mempersunting Vonny Ameliani Suardi, perempuan asal Minangkabau, Sumatera Barat, menggelar akad nikah di Jakarta.
Sekitar 300-an orang mengenakan jas tutup lengkap, memadati gedung YTKI Jakarta. Tampil memberikan tausiyah atau nasihat pernikahan Ustad Nur Maulana. Penampilannya yang kocak, membuat para tamu undangan tiada henti tertawa mendengarkan wejangan yang dibawakan secara humor.
Tampilan adat Jeneponto mendapat apresiasi dari pihak keluarga mempelai perempuan. Datuk Bando Basau yang juga Bupati Pesisir Selatan, provinsi Sumatera Barat, AKBP (Purn) H Hendra Joni, SH MH, mewakili keluarga perempuan, mengatakan, pihaknya sangat tersanjung dengan penyambutan itu.
Ia mengaku bulu kuduknya merinding disambut pasukan berkuda dan usungan Marra. ”Ini sebuah tali persatuan etnis Minang dan etnis Jeneponto yang mempunyai tradisi budaya sangat jauh berbeda. Dan budaya ini harus dipertahankan,” kata Datuk Bando Basau didampingi istrinya saat berbincang dengan Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar bersama isterinya, Hj Hamsiah Iksan yang merupakan paman dari mempelai pria.
Sementara itu, pada pesta pernikahan yang berlangsung di Jalan Kenanga, Bontosunggu, Senin (3/10), dihadiri sekitar 3.000-an undangan. Di antara para pejabat yang hadir, ada pula mantan anggota DPRD Provinsi Sulsel, H Chaidir Karaeng Sijaya. Lanjut Datuk Bando Basau mengatakan, penyambutan adat Jeneponto sungguh luar biasa. Selain membuat bulu kuduk merinding, juga sangat sakral. Dan itu merupakan doa guna mempersatukan dua insan yang dibingkai dalam ikatan tali perkawinan.
”Semoga langgeng selamanya,” ujar Datuk Bando Basau.
Sambutan penerimaan yang diwakili Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar Karaeng Ninra menyampaikan terima kasih kepada Datuk Bagindo Basau dan isteri serta rombongan tamu dari Minang. ”Selamat datang. Semoga ke depan pertemuan lebih intens lagi, karena sudah terikat di dalam satu rumpun keluarga besar Jeneponto-Minang,” katanya.
Menurut Iksan, adat pesta perkawinan yang dilakukan selama ini harus dipertahankan, seperti abissa bangkeng, appakurru sumanga, akkorong tigi, dan musik mangkasara menampilkan alat musik tradisional yang sepertinya sudah mulai langka seperti alat musik mandaliong, kecapi, rebana, gambusu dan lainnya, itu harus dipertahankan. Karena itu budaya orang Turatea, harus dilestarikan karena ini yang membuat Datuk Bando Basau terkesimak. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top