Headline

Tukang Cuci Piring dan Jual Koran di Jalan

BKM/CHAIRIL Anggiat Sinaga

KESUKSESAN ada pada diri sendiri. Meski orang lain selalu memberikan dorongan dan dukungan untuk meraih sukses, namun jika kita sendiri tidak dapat berbuat baik, maka kesuksesan jauh dari kita.

Laporan: Arif Alqadri

SEPENGGAL kalimat bijak di atas dikutip dari pernyataan Anggiat Sinaga, General Manager (GM) Grand Clarion Hotel and Convention Makassar. Sudah beberapa tahun lamanya pria kelahiran Asahan, Sumatera Utara, 11 Juli 1967 ini dipercaya menahkodai hotel bintang lima yang berlokasi di Jalan AP Petta Rani itu.
Siapa sangka, jika ternyata pria bertubuh mungil yang juga dipercaya menjadi Chief Executive Officer (CEO) Phinisi Hospitality ini dulunya bukanlah siapa-siapa.
Bapak tiga anak buah dari pernikahannya dengan Christin Hellyanak ini pernah merasakan pahit getirnya kehidupan. Dari menjadi tukang cuci piring di salah satu hotel di Makassar, jualan koran di jalan, pencatat meteran hingga jual bensin eceran.
Menjadi tukang cuci piring ia lakoni selama kurang lebih dua tahun, terhitung pada tahun 1990 hingga 1992. Sabar, jujur dan bekerja keras ditanamkan dalam dirinya agar bisa meraih sukses. Tak menunggu lama, ia mendapatkan kepercayaan dari pimpinannya dan diangkat menjadi seorang manajer.
Meninggalkan ruang tempat cuci piring, dan selanjutnya mengontrol karyawan serta membantu mengatur sebuah perusahaan, tidak membuat Anggiat puas dan berbangga diri. Ia tetap memperlihatkan kemampuan bekerja secara profesional, dan berusaha memberi yang terbaik bagi perusahaan tempatnya bekerja.
Ditemui di sela-sela kesibukannya di Grand Clarion Hotel, Anggiat sedikit berkisah tentang pekerjaannya sebagai tukang cuci piring di hotel. Ia melakukan semua itu demi membiayai kuliahnya.
”Sebelum jadi tukang cuci piring di hotel, saya sempat berjualan koran di pinggir jalan. Hasilnya dipakai untuk bayar uang kuliah. Saya tidak ingin membebani orang tua,” ujarnya.
Sebenarnya, tanpa bekerja, Anggiat masih bisa kuliah. Sebab orang tuanya mampu membiayainya. Namun, ia tak ingin banyak tergantung dari orang tua. Anggiat berusaha untuk hidup mandiri.
Tak pernah terbayangkan di benak Anggiat akan menjadi orang sukses seperti saat ini. Bermimpi sekalipun tidak pernah.
Namun berkat kerja keras dan keinginan untuk maju, ia kini menjadi salah satu orang sukses di daerah ini. Terkhusus di dunia perhotelan.
Selain menjadi GM Grand Clarion Hotel dan CEO Phinisi Hospitality, Anggiat juga tercatat sebagai pemilik saham pada salah satu hotel di kota ini. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan.
”Ketika meniti karir menjadi seorang tukang cuci piring, saya tidak pernah membayangkan akan seperti sekarang. Semangat dalam bekerja menjadi modal dasar untuk meraih sukses. Yang menentukan nasib kita adalah kita sendiri dan Tuhan. Meski orang lain selalu memberikan dorongan dan bantuan kepada kita untuk meraih sukses, tapi kita sendiri tidak ingin meriah kesuksesan itu, maka semuanya percuma,” ujarnya memberi motivasi.
Apa yang diraihnya saat ini ternyata tidak membuat Anggiat berhenti. Ia masih terus mengembangkan bisnis yang telah digelutinya sejak lama. Tujuannya, agar bisnis perhotelan di Makassar menjadi lebih baik dan dapat bersaing dengan daerah lain. (*/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top