Headline

Polda Sulsel Buka Posko Pengaduan Korban Dimas Kanjeng

MAKASSAR, BKM — Sejak Dimas Kanjeng Taat Pribadi diamankan Polda Jawa Timur, satu persatu korbannya bermunculan. Salah satunya Hj Najmiah, salah seorang pengusaha asal Sulsel.
Nama Hj Najmiah muncul setelah anaknya, Muhammad Najmur datang melapor ke Polda Jatim, Jumat (30/9). Najmur mengaku, ibunya menjadi korban penipuan penggandaan uang di Padepokan Kanjeng Dimas senilai Rp200 miliar.
Bahkan Najmur menduga, almarhumah ibunya itu meninggal dunia karena meminum air mengandung racun yang disuguhi Kanjeng Dimas. Hal itu disampaikan Akbar Faizal, anggota Komisi III DPR RI yang mendampingi Najmur saat melapor.
“Kuku korban hitam seperti melepuh setelah minum air dari Dimas Kanjeng. Setelah itu korban meninggal dunia lima bulan lalu,” kata legislator daerah pemilihan Sulawesi Selatan itu.
Hj Najmiah sendiri diketahui meninggal dunia lima bulan lalu. Dalam laporannya, Najmur menceritakan bahwa ibunya bergabung dengan Padepokan Dimas Kanjeng sejak tahun 2013 dan aktif sampai 2015.
Selama itu Najmiah menyetor uang ke Dimas Kanjeng beberapa kali, baik secara langsung maupun transfer melalui bank. “Nilainya total Rp200 miliar,” kata Najmur, Jumat (30/9).
Menurut Najmur, ibunya dijanjikan uang berlipat-lipat dari nilai yang disetorkan. Ia berharap, laporannya ke pihak kepolisian dapat mengembalikan uang yang disetorkan almarhumah ibunya itu.
Menyusul adanya laporan korban yang merupakan warga Makassar, Polda Sulsel melalui Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyampaikan membuka posko pengaduan khusus korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
”Kalau masih ada korban lainnya yang berasal dari Sulsel, kami buka posko pengaduan untuk ditindaklanjuti. Laporan yang masuk nantinya akan ditindaklanjuti tim Polda Jatim,” terang Frans Barung, Minggu (2/10).
Sejauh ini, tambah Frans Barung, pihaknya belum menerima adanya aduan warga Sulsel yang terkena tipu daya penggandaan uang uang disebutkan bisa dilakukan Dimas Kanjeng.
”Sampai saat ini belum ada warga Makassar maupun di Sulsel melaporkan kasus penipuan yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng. Karenanya, kami membuka posko pengaduan, sekalipun tempat kejadian perkaranya di Jawa Timur,” jelas Kabid Humas.
Rencananya, Subdit Polda Jawa Timur yang dipimpin AKBP Cecep bersama tiga orang penyidiknya akan berada di Makassar hari ini, Senin (3/10). Kedatangan mereka untuk melakukan penyelidikan terkait laporan penipuan yang disampaikan keluarga almarhumah Hj Najmiah.
Polisi juga akan melihat secara langsung emas batangan yang diduga palsu, yang sebelumnya diberikan ke almarhumah usai menyerahkan uang Rp200 miliar ke Dimas Kanjeng. Emas dalam jumlah banyak itu disimpan oleh keluarga Hj Najmiah. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top