Politik

Ichsan Mulus, Roem dan Tanribali Bisa Tersandung PO

MAKASSAR, BKM–Bendahara DPD I Golkar Sulsel Ichsan Yasin Limpo berpeluang terpilih dengan mudah sebagai ketua Golkar Sulsel menggantikan Syahrul Yasin Limpo pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar yang rencananya digelar di Novotel jalan Hairil Anwar Makassar, Rabu 31 Agustus mendatang.
Peluang Ichsan YL yang juga Bupati Gowa dua periode ini sangat besar terpilih secara aklamasi lantaran HM Roem dinobatkan sebagai Koordinator Stering Commite (SC) atau tim pengarah Musda. Adapun kandidat Ahmad Tanribali Lamo juga berpeluang terhalang dengan Peraturan Organisasi (PO) Golkar bahwa setiap calon ketua harus telah menjadi pengurus DPP, pengurus DPD I atau ketua DPD II. Selain itu, calon ketua sekurang kurangnya sudah menjadi kader sekurang kurangnya lima tahun. Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Chairul Tallu Rahim membenarkan bila PO memang mengatur bila setiap calon harus lebih dulu menjadi kader sekurang-kurangnya lima tahun atau menjadi pengurus Provinsi atau sebagai Ketua Golkar di kabupaten kota. “Iya memang demikian, harus menjadi kader sekurang-kurangnya lima tahun, aturan itu tetap dipakai sebagai rujukan dalam tata tertib dan kriteria calon,”ujar Chairul Tallu Rahim, Jumat (19/8).
Hanya saja mantan anggota DPRD Sulsel ini tidak sependapat jika HM Roem yang juga ketua harian Golkar Sulsel juga ikut tersandung PO, lantaran menjadi ketua SC Musda. “Kalau soal SC menjadi sandungan, saya tidak pernah membaca aturan seperti itu. Kalaupun pernah digunakan di Munaslub Golkar yang lalu, maka hal itu hanyalah sebuah kebetulan, namun bukan menjadi sebuah aturan,”tegas Chairul.
Sehari sebelumnya, HM Roem juga menepis bila PO bisa menjegal Tanribali dan dirinya. Menurutnya, sepanjang ada aturan khusus yang membolehkan untuk itu, maka tidak ada persoalan. “Bisa saja DPP membolehkan karena adanya aturan khusus yang dibuat untuk Musda,”ujar Roem yang juga ketua DPRD Sulsel ini. (rif)


Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top