Olahraga

Alasan Lorenzo ke Ducati

Jorge Lorenzo telah menyatakan akan meninggalkan Yamaha di musim depan. Pengumuman kepindahan Lorenzo disampaikan, Senin (18/4).
Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti menyatakan bahwa negosiasi baru benar-benar serius saat kedua belah pihak kembali berdiskusi usai MotoGP Qatar bulan lalu. Menurut pria Italia ini, Ducati tak menemukan kesulitan berarti untuk meyakinkan sang juara dunia bertahan itu untuk meninggalkan Yamaha.
Lalu apa alasan Lorenzo hingga memilih pindah ke Ducati? Ini dia alasannya.

Tantangan Baru

Lorenzo menjalani debut MotoGP pada tahun 2008, dan langsung membela Fiat Yamaha. Termasuk tahun ini, Lorenzo pun sudah sembilan tahun membela pabrikan Garpu Tala. Namun, pebalap Spanyol ini mengaku ingin mencoba tantangan baru di Ducati.

Dijanji Gaji Besar

Gaji pebalap MotoGP memang tak seterbuka gaji pesepakbola dunia. Namun Lorenzo diperkirakan menerima gaji sebesar 8-10 juta euro (Rp 120-150 miliar) per musim dari Yamaha. Ducati sendiri dikabarkan menawarkan gaji sebesar 25 juta euro (Rp 372 miliar) untuk dua musim kepada Lorenzo.

Patahkan Prestasi dan Opini Rossi

Seperti diketahui, Valentino Rossi pernah membela Ducati pada musim 2011-2012 dan gagal membawa pabrikan Italia itu kembali ke masa jaya, tak meraih satu pun kemenangan dan hanya mengoleksi tiga podium selama dua musim. Lorenzo pun termotivasi untuk tampil lebih baik ketimbang Rossi di atas Desmosedici.

Ducati Makin Baik

Beberapa tahun lalu, tak ada pebalap yang mau membela Ducati. Kini, makin banyak yang ingin mengendarai Ducati karena peningkatan yang telah dialami Ducati sejak kedatangan sang general manager, Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna sejak akhir 2013.

Faktor Gigi

Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna bukan sosok asing dalam karir balap Lorenzo. Sebelum menjabat sebagai general manager Ducati Corse sejak akhir 2013, Dall’Igna lama menjabat sebagai Direktur Teknis Aprilia Racing, di mana Lorenzo meraih gelar dunia GP250 2006 dan 2007.

Faktor Stoner

Dari semua rival sengit yang dimilikinya selama berkarir di Grand Prix, hanya Casey Stoner yang punya ‘catatan bersih’ dalam hubungan off-track Lorenzo. Keduanya dikenal saling menghormati, berteman baik dan tak pernah cekcok. Kembalinya Stoner ke Ducati sebagai test rider diyakini akan membuat pengembangan Desmosedici akan meningkat drastis.

Ingin jadi Nomor Satu

Selama membela Yamaha, Lorenzo selalu menegaskan dirinya selalu diperlakukan sama dengan Valentino Rossi dan tak pernah merasa dianaktirikan. Meski begitu, kesetaraan ini justru membuktikan Lorenzo tak pernah menjadi pebalap nomor satu di Yamaha. Dengan diperpanjangnya kontrak Rossi selama dua tahun, kesempatan Lorenzo menyandang status tersebut jelas akan kandas selama dua musim lamanya. (bs)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top