Headline

Ditangkap Jelang Salat Id, Ibu Tersangka Serang Polisi

MAKASSAR, BKM — Aspar (27), warga Pulau Kodingareng yang jadi tersangka pengeroyokan ditangkap aparat Polsek Ujung Tanah beberapa jam sebelum salat Id, Kamis (24/9) dini hari. Namun, saat diamankan, ibu kandung Aspar marah dan menyerang polisi membabi buta.
Dengan emosi yang meledak-ledak, dia menerjang polisi. Meski berkali-kali diberi penjelasan, namun tetap saja ibu Aspar memberontak. Saat Aspar hendak dinaikkan ke kapal yang ditumpangi aparat, wanita paruh baya ini nekat ingin melompat ke dermaga.
“Janganko bawaki anakku kodong pak. Dia tidak salah. Kalau saya bilang jangan, jangan laloko kodong,” teriak ibu kandung Aspar seraya mencaci petugas berseragam lengkap.
Puluhan warga yang melihat kejadian itu dengan cepat berekasi menenangkan ibu Aspar. Melihat ibu Aspar mulai lemas, polisi pun akhirnya membawa Aspar ke Polsek Ujung Tanah.
Aspar hanyalah satu dari delapan pria yang diduga mengeroyok Asrul (18), warga Pulau Kodingareng hingga nyaris tewas, Rabu (23/9) malam. Pria yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan berjumlah puluhan orang. Namun yang dikenali oleh korban adalah Wardi (25), Daeng Nakir (30) bersama enam rekannya.
Asrul dikeroyok saat menemani rekannya Sabir mengisi air galon tak jauh dari rumahnya. Entah apa yang jadi pemicunya, saat puluhan orang tiba-tiba muncul dan mengeroyok korban hingga babak belur dan nyaris tewas.
Dengan kondisi terluka, korban bersama keluarganya ke luar dari pulau menuju Polsek Ujungpandang untuk melapor.
“Pergika isi air galon sama temanku. Tiba-tiba tanpa sebab yang jelas saya dikeroyok pak. Ada yang meninju dan ada pula yang memukul saya dengan balok,” kata Asrul.
Menurut Asrul, pria yang dia kenal mengeroyok dirinya masing-masing, Asrul, Daeng Nakir, Gammi, Daeng Atto, Agus dan Aspar.
Aparat Polsek Ujung Tanah yang menerima laporan dengan cepat turun ke lokasi kejadian. Penangkapan dipimpin Kanit Reksrim Polsek Ujung Tanah AKP Sardan.
Tiga dari delapan pria yang mengeroyok berhasil diamankan.
Meski demikian kata Sardan, kelima pelaku lain masih dalam pengejaran. Dua dari lima pelaku diduga kuat sebagai otak pengeroyokan.
“Tersangka lain masih kami kejar. Kami juga melakukan penjagaan di TKP untuk mengantisipasi adanya bentrok warga. Maklum, keluarga besar korban ada yang tidak terima dengan kejadian ini,” katanya.
Akibat dikeroyok, Asrul menderita luka bonyok di wajah, lebam di pundak dan dada serta lengan kanan bengkak akibat hantaman balok.
Daeng Atto, satu dari tiga pria yang diamankan mengaku tidak melakukan pengeroyokan. ”Saya hanya melerai pak. Jadi kalau saya dituduh mengeroyok itu sama sekali tidak benar,” kilahnya. (ish/cha/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top