Pilihan Redaktur

Istri Camat Diisukan Selingkuh


MALILI, BKM — Seorang oknum pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur berinisial HA dikabarkan telah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan salah seorang Kepala Puskesmas berinisial YB.
YB diketahui adalah istri dari salah seorang camat di daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru ini, yakni JB. HA dan YB tepergok oleh JB di kediaman YB di Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, Rabu (15/7) sekitar pukul 13.00 Wita lalu.
Informasi inipun langsung menyebar ke warga sekitar dan para pegawai di Luwu Timur. Bahkan dugaan perselingkuhan itu juga ramai diperbincangkan di media sosial (medsos).
Namun hal tersebut langsung dibantahkan JB, suami YB. Menurutnya, isu yang beredar luas di masyarakat Luwu Timur, terutama di media sosial yang melibatkan pribadinya maupun atas nama keluarga HA, berujung pada tercemarnya nama baik mereka.
JB mengakui kalau saat itu dirinya mendapatkan informasi, sepertinya sang istri sedang bercumbu dengan seseorang di dalam rumahnya sendiri. Namun, kata JB, dirinya saat itu tidak mendapatkan HA dan YB seperti yang ada di benaknya saat mendapatkan informasi itu.
“Saya mendapat informasi dari tetangga kalau ada tamu di rumah. Karena waktu itu saya dan istri saya baru-baru selesai rapat di kantor bupati. Pada saat informasi itu saya terima, saya langsung ke rumah untuk memastikannya,” terang JB.
Informasi adanya tamu tersebut memang benar adanya. Namun mereka tidak melakukan apa-apa. Andaikan saja mereka melakukan hal senonoh seperti yang dibicarakan, pasti dirinya akan melakukan sesuatu terhadap keduanya. “Ini semata hanya karena kesalahpahaman saja,” ungkap JB, Selasa (21/7).
JB kembali menegaskan, kepada pihak-pihak yang dengan sengaja maupun tidak sengaja telah menebarkan isu negatif yang tidak benar antara dirinya dan HA di jejaring sosial, agar kiranya berhenti melakukannya untuk menghindari fitnah yang berujung tercemarnya nama baik kedua keluarga.
Informasi yang diperoleh BKM, HA mendatangi kediaman YB untuk mengambil data perubahan status puskesmas menjadi Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD). YB memegang data itu karena dia juga pernah menjabat sebagai Kasubag Pelaksana pada Dinas Kesehatan.
Perubahan status puskesmas tersebut rencananya akan dilakukan karena adanya desakan dari Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, April.
“Saat itu Pak Kadis ke ruangan saya dan bicarakan soal perubahan status. Karena menurut beliau ada beberapa bantuan dari pusat yang tidak bisa diberikan ke Luwu Timur kalau status puskesmasnya belum berubah,” ungkap HA.
Dengan adanya desakan itu, kata HA, dirinya langsung menghubungi YB karena dia diketahui memegang data tersebut.
“Saya coba hubungi YB via telepon, dan saat itu YB sedang membersihkan rumahnya. Karena kebetulan saya juga akan membeli adaptor kartu di Malili, sekalian mampir di rumahnya untuk mengambil data itu. Jadi tidak ada perbuatan apa-apa,” ungkap HA. (alp/rus/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
To Top