Sulselbar

Empat Rumah Terbakar, Satu Tewas


BELOPA, BKM — Suasana sukacita tiga hari pascalebaran Idul Fitri, berubah menjadi dukacita. Senin (20/7) pukul 12.00 Wita, tiga rumah plus satu warung kosong ludes terbakar dilalap si jago merah di Jalan Pramuka Lamunre Tengah di belakang Pasar Belopa, tepat saat adzan Dhuhur berkumandang.
Empat rumah yang terbakar tersebut masing-masing ditempati Halim (pelaut), Alkian (penjual cakar), Mas Sukar (pedagang), M Rauf (tukang jahit), Rahmawati (ibu rumah tangga), Arpah dan Hamka yang mengontrak rumah.
Sejumlah saksi mata menyebut, api berkobar begitu cepat dan langsung melalap empat rumah dan satu warung kosong. Kaso (38), saksi mata di TKP menuturkan, diduga api bermula dari salah satu kursi sofa di rumah yang ditempati Rahma dan M Rauf. Saat itu tiupan angin sangat kencang, ditambah cuaca yang sangat panas.
”Tiba-tiba ada asap mengepul dan api cepat menyebar. Saya lihat api melalap rumah Rahma, lalu rumah M Rauf yang tengah menjahit. Saya kemudian berteriak,” jelas Kaso.
M Rauf masih sempat menyelamatkan beberapa unit mesin jahitnya keluar rumah. Namun tidak lama kemudian dia tampak lemah karena kaget. Dia lalu ditolong warga dan dibawa ke RSUD Batara Guru. Sayang, dalam perjalanan M Rauf mengembuskan nafasnya yang terakhir.
Saat terjadi kebakaran, petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu dipimpin Kepala Badan Mursid Djufri, menurunkan dua unit armadanya. Satu jam berselang api berhasil dipadamkan.
Kapolsek Belopa AKP Pither Maribun yang ada di TKP, mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan atas terjadinya kebakaran ini. “Kita sementara melakukan pengembangan. Ada satu warga yang sedang menjahit meninggal dunia. Sementara penghuni lainnya tidak berada di dalam rumah. Bahkan ada yang sedang mudik lebaran ke Jawa,” jelas AKP Pither Maribun.
Informasi yang diperoleh BKM di lokasi kejadian, selain dugaan akibat puntung rokok yang menyebabkan terjadinya kebakaran, juga ada warga setempat membakar sampah di depan rumahnya. Api dari pembakaran sampah inilah yang kemudian memicu terjadinya kebakaran. Namun, kepastian penyebab kebakaran masih sedang dikembangkan aparat Polsek Belopa.
Salah seorang pedagang pakaian bekas alias cakar, Alkian disebut-sebut memiliki uang sebesar Rp30 juta yang ikut terbakar dalam peristiwa ini. Uang tersebut disimpan di dalam lemar. Termasuk barang mainan anak-anak yang dijual Mas Sukar, ludes dilalap si jago merah saat ditinggalkan pemiliknya mudik lebaran ke Jawa.
Kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp300 juta. Sesaat setelah kejadian, beberapa petugas dari Dinas Sosial melakukan pendataan di lokasi.
Ketua DPRD Luwu Andi Muharir yang turun langsung ke TKP saat kebakaran berlangsung, mengimbau warga di daerah ini untuk berhati-hati saat meninggalkan rumahnya.
”Musibah ini menjadi pembelajaran agar kita selalu waspada saat meninggalkan rumah. Saya berharap warga yang menjadi korban kebakaran agar bersabar. Ini musibah,” tandas Andi Muharir yang didampingi Camat Belopa Utara Andi Iskandar. (wan/rus/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
To Top