Headline

Duka Sang Legenda

Iker Casilas

MADRID, BKM — Kepergian kiper Real Madrid, Iker Casilas ke FC Porto menyisakan duka bagi pemain berusia 34 tahun itu. Iker datang ke konferensi pers seorang diri, tanpa ada rekan setim atau pelatih tim yang menemani saat memberikan keterangan di depan wartawan.
Usut punya usut, Casillas sendirilah yang meminta dirinya menghadiri konferensi pers tersebut sendirian. Dia juga hanya membacakan sebuah statemen, yang isinya berupa ucapan perpisahan kepada Madrid dan para pendukungnya, dan tidak menerima pertanyaan dari para wartawan.
Marca, media Spanyol yang berbasis di Madrid, kemudian melansir kabar yang menceritakan latar belakang sebelum konferensi pers sendirian itu berlangsung.
Awalnya, Real Madrid menawarkan Casillas pesta perpisahan di Santiago Bernabeu yang mana bisa dihadiri pula oleh para pendukung Madrid. Kabar ini juga sempat dibocorkan oleh salah satu sponsor utama El Real, Bwin, yang menyebutkan kalau pesta perpisahan itu akan dilangsungkan pada hari Jumat, 10 Juli 2015.
Dengan bocornya kabar tersebut, rumor bahwa Casillas sudah setuju untuk dilego ke FC Porto menghangat. Namun, Marca menyebut bahwa negosiasi antara Casillas dengan Madrid, terkait kepindahannya ke Porto, sempat merumit setelahnya.
Satu hari setelahnya, Sabtu (11/7), Madrid akhirnya mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kata sepakat dengan Porto terkait transfer Casillas. Namun, Casillas sendiri yang memilih untuk pergi tanpa pesta perpisahan.
Konferensi pers perpisahan Casillas ini sangat sederhana. Ia duduk di sebuah kursi kayu dengan meja panjang. Hanya ada mikrofon dan air minum yang dimiliki Casillas di atas meja.
Bahkan ketika Casillas menangis sesaat sebelum mengucapkan perpisahan, salah seorang wartawanlah yang memberinya tisu untuk menyeka air matanya. Potret sedih itu membuat Madrid menjadi sorotan banyak media di Eropa.
Marca melansir bahwa semua ini merupakan pilihan Casillas sendiri. Casillas ingin perpisahan yang sederhana meski Madrid sudah menawarkan acara yang spektakuler di Santiago Bernabeu.
Meski semua proses ini adalah pilihan Casillas sendiri, namun banyak yang mempertanyakan mengapa sang legenda seorang dilepas begitu saja.
Kedua orang tua Iker Casillas mengaku tidak suka dengan perlakukan Real Madrid kepada putra mereka. Keduanya merasa bahwa Casillas layak diperlakukan lebih baik daripada saat ini.
Casillas resmi meninggalkan Madrid setelah raksasa Spanyol itu menyepakati transfernya dengan FC Porto. Dengan demikian, berakhir sudah perjalanan 25 tahun Saint Iker bersama dengan Madrid.
Kendati sukses memberikan belasan gelar juara, Casillas dinilai menurun dalam beberapa musim terakhir. Meski menurut catatan Opta, performa Casillas musim lalu tidaklah jelek. Di antara kiper-kiper lain di La Liga, Casillas membuat penyelamatan terbanyak dengan 131 penyelamatan.
Ibu Casillas, Maria del Carmen Fernandez, mengaku kecewa dengan perlakuan Madrid. Secara khusus, ia juga menyalahkan presiden Madrid, Florentino Perez.
“Lorenzo Sanz dan (Ramon) Calderon memperlakukannya dengan baik, tapi tidak Florentino,” ujarnya kepada El Mundo.
“Sang presiden tidak pernah menyukainya karena dia punya kekurangan. Anda tidak akan percaya, apa saja yang harus dilalui oleh Iker. Secara psikologis, dia juga mendapatkan tekanan. Dia diperlakukan berbeda dengan pemain lain.”
“Dia diperlakukan berbeda dalam lima tahun terakhir dan itu tidak adil,” ujarnya. (bs/cha)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top